IBADAH ONLINE KOMISI ANAK GKI CITRA 1

IBADAH ONLINE KOMISI ANAK GKI CITRA 1

Berawal sekitar Maret 2020, Tim Bina Warga memberi kesempatan kepada setiap Sekolah Minggu GKI untuk mengisi ibadah online. Tema saat itu adalah tentang Petrus yang menyembuhkan orang lumpuh (Kis.3: 1-10). Kak Silvana selaku ketua Komisi Anak, bersama dengan Kak Ingrid dan Kak Nathan memilih tanggal, yakni pada 26 April 2020 untuk membuat konten sesuai dengan waktu tersebut. Berdasarkan cerita ketiganya, mereka mengalami pergumulan yang hampir mirip yang tentunya juga tidak mudah.

Kak Nathan sempat mengalami pusing karena belum terbiasa melakukan rekaman. Selain peralatan yang kurang lengkap, Kak Nathan harus mencari aplikasi terlebih dahulu sehingga proses rekamannya menjadi lama karena harus mengulangnya beberapa kali.

 Lain lagi halnya dengan Kak Ingrid yang mendapat tugas memimpin pujian pembukaan dan aktivitas untuk kelas kecil memutuskan untuk mengajak Aimee, anaknya, terlibat. Mereka mulai berlatih bernyanyi dengan diiringi gitar. Mereka melakukannya dengan sukacita sehingga rekaman dapat diselesaikan dengan secepatnya. Namun, ada sedikit masalah, masalah yang juga dialami oleh setiap GSM yang merekam secara mandiri, yakni mengirim file yang cukup besar. 

 Sementara itu, Kak Silvana yang bertugas memimpin pujian dan doa dan belum pernah melakukan rekaman sebelumnya sempat bingung memikirkan bagaimana cara merekamnya dengan kualitas yang baik. Bagaimana mau bernyanyi tanpa iringan musik dan harus merekam sendiri di rumah? Akhirnya, Roh Kudus memberi ide untuk minta bantuan keponakannya di Manado. Keponakannya memainkan keybord sesuai lagu yang akan dibawakan dan mengirim melalui WA. Selanjutnya, dengan mengalami berbagai pergumulan yang tidak sedikit ‒singkatnya‒ kak Silvana dapat menyelesaikan rekaman tersebut dan mengirimkannya kepada Kak Johanes Sinaga. Akhirnya, video mereka bisa diterima dan pada waktu yang ditetapkan dapat ditayangkan. Melalui data dari Binawarga, rekaman itu mendapat view 2600 dan subscribers 16. 

 Setelah tayangan perdana itu, timbul pemikiran dari Majelis Jemaat, agar KA mengadakan ibadah ASM online mandiri. Singkat cerita, Bidang Bina menghubungi para pendeta untuk memimpin persiapan GSM. Pdt. Naya Widiawan Sudharmo memimpin untuk Kelas Kecil (Batita-Kelas 2) dan Kelas Besar (kelas 3-6) dengan tema “Paulus di Roma” untuk ibadah 07 Juni dan “Gadis Bijaksana dan Gadis Bodoh” untuk ibadah 14 Juni. Aktivitas anak-anak pada kelas kecil dan besar adalah membuat perahu agar sesuai dengan tema, sedangkan pada 14 Juni membuat lentera. Sementara itu, Pdt. Ellisabeth Hasikin memimpin persiapan Kelas Praremaja. Tema ibadahnya adalah “Roh Kudus dan Pentakosta” untuk ibadah 7 Juni, sementara untuk 14 Juni adalah “Karunia-karunia Roh Kudus”. Setelah persiapan, GSM yang bertugas langsung mempersiapkan diri.

 Selanjutnya, pada 01 Juni 2020, diadakanlah rekaman di ruang Aula Atas yang dimulai pada pukul 09.00 untuk kelas besar, pukul 11.00 untuk Praremaja, dan pukul 13.00 untuk kelas kecil. Kelas kecil dan besar merekam untuk ibadah 07 Juni saja, sedangkan kelas Praremaja untuk dua kali ibadah sekaligus, 07 dan 14 Juni. Melalui proses rekaman itu, ada pengalaman yang sangat berharga dirasakan oleh para GSM. Pengalaman yang baru, tidak mudah, dan penuh perjuangan. Namun, semuanya dapat dilakukan dengan rasa sukacita dan bersyukur kepada Tuhan. 

Satu hal lain yang tidak kalah bersyukurnya adalah ketika mengetahui anak-anak yang merasa senang melihat GSM-nya tampil secara langsung dengan pujian-pujian yang mereka kenal dan mengikuti juga gerakan yang diminta dilakukan. Ada kebahagiaan dan sukacita yang tergambar di sana yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. 

 Demikianlah pengalaman para GSM saat mengadakan persiapan dan rekaman ibadah online secara mandiri untuk pertama kalinya. Pengalaman yang menantang untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya. Namun, semuanya Kembali untuk kemuliaan nama Tuhan. Kami juga bersyukur dan berterima kasih kepada Majelis Jemaat GKI Citra 1 yang memberi dukungan pada Komisi Anak dengan memberikan alat bantu rekam dengan harapan saat merekam kembali ibadah online secara mandiri, kualitas rekamannya bisa lebih baik dan menarik. Kiranya Roh Kudus menolong kita.

 Susijanti Surjana

Berita Terkait