PASKAH 2026
Rangkaian perayaan Paskah 2026 di GKI Perumahan Citra 1 diawali dengan ibadah dalam Pekan Suci yang mengajak umat memasuki perjalanan iman bersama Kristus, mulai dari pengorbanan hingga kebangkitan-Nya.
Perjalanan ini dimulai dengan ibadah Kamis Putih pada tanggal 2 April 2026. Dalam ibadah ini, umat diajak menghayati makna kerendahan hati dan kasih melalui momen pembasuhan kaki yang dilakukan secara spontan oleh Pdt. Em. Ellisabeth Hasikin, Pdt. Gloria Tesalonika, Pdt. Naya Widiawan Sudharmo, dan Pnt. Emmanuela Angela, P.S., S. Fil. Kehadiran para pelayan yang dengan tulus melayani dalam tindakan simbolis ini memberikan kesan mendalam bagi seluruh umat yang hadir. Pujian dalam ibadah diisi oleh para pendeta beserta keluarga serta Pnt. Emmanuela Angela, dengan judul “Kasih dari Surga.” Dekorasi yang ditata dengan baik juga turut menunjang suasana ibadah yang khidmat dan reflektif.
Memasuki Jumat Agung keesokan harinya, umat diajak untuk merenungkan pengorbanan Kristus melalui refleksi salib. Umat secara pribadi diajak memandang salib dan menghayati makna kasih yang rela berkorban. Khotbah disampaikan oleh Pnt. Emmanuela Angela P.S. S. Fil, sementara pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus dipimpin oleh Pdt. Naya Widiawan Sudharmo. Seluruh rangkaian ibadah membawa umat masuk dalam suasana perenungan yang mendalam akan karya keselamatan Kristus.
Pada Sabtu Sunyi, ibadah diisi dengan refleksi melalui kehadiran dua tokoh di sekitar kubur Yesus (Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus), serta satu tokoh yang merepresentasikan kehidupan masa kini. Pendekatan ini membantu umat melihat relevansi peristiwa kematian Kristus dalam realitas hidup sehari-hari. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Gloria Tesalonika, dengan renungan disampaikan oleh Pnt. Emmanuela Angela P.S. S. Fil, yang mengajak umat untuk hening, menanti, dan memaknai kehadiran Tuhan di tengah keheningan.
Sukacita kebangkitan dirayakan pada Minggu Paskah, 5 April 2026 yang diawali dengan ibadah Paskah Subuh dalam suasana gereja yang gelap dan hening, menciptakan nuansa reflektif yang mendalam. Alunan acapella lagu tema Paskah 2026, “Jadilah Terang Kami,” yang dibawakan oleh solis dan Paduan Suara Soli Deo, perlahan mengisi ruang ibadah. Nyanyian tersebut menghadirkan suasana yang semakin khidmat, sekaligus mengarahkan hati umat untuk memasuki perayaan kebangkitan.
Dari pintu gereja, Pdt. Em. Ellisabeth Hasikin sebagai Pelayan Firman, menyalakan lilin Paskah sebagai simbol terang Kristus yang mengalahkan kegelapan, sambil menarasikan panggilan beribadah. Ibadah pun mengalir dengan puji-pujian bertemakan kebangkitan Kristus. Umat bersama-sama menyanyikan KJ 188, “Kristus Bangkit! Soraklah,” diikuti dengan proklamasi Paskah yang disuarakan secara berbalasan. Sukacita kebangkitan semakin diteguhkan melalui nyanyian PKJ 86, “Yesus Telah Bangkit,” yang dibawakan secara medley dengan Gita Bakti 384, “Gloria, Gloria in Excelsis Deo.”
Firman Tuhan kemudian diwartakan melalui pembacaan Alkitab secara berurutan: Kisah Para Rasul 10: 34–43 sebagai bacaan pertama, dilanjutkan dengan Mazmur 118: 1–2, 14–24 yang dinyanyikan secara bertanggapan, serta Kolose 3: 1–4 sebagai bacaan kedua. Rangkaian pembacaan ditutup dengan Injil dari Matius 28: 1–10 yang mengisahkan kabar sukacita kebangkitan Kristus.
Khotbah disampaikan oleh Pdt. Em. Ellisabeth Hasikin, yang mengajak umat merenungkan makna kebangkitan Kristus secara lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa melalui kebangkitan-Nya, sesuatu yang selama ini dianggap mustahil oleh manusia justru menjadi nyata. Kebangkitan Yesus bukan sekadar peristiwa rohani atau kisah simbolik, melainkan kabar baik yang mengguncang dunia dan menjadi puncak karya keselamatan Allah. Melalui Paskah, umat juga diingatkan untuk tidak membatasi kuasa Tuhan dengan ukuran “kemustahilan” menurut perspektif manusia. Jika kematian saja dapat dikalahkan oleh Kristus, tidak ada situasi yang berada di luar jangkauan pemulihan-Nya.
Namun demikian, Paskah bukanlah tentang perubahan yang serba instan. Kebangkitan Kristus justru menghadirkan benih harapan yang ditanam dalam “tanah” kehidupan kita—benih yang bertumbuh perlahan, tetapi pasti, di dalam kasih dan kuasa Tuhan. Paskah tidak menjanjikan kehidupan yang tanpa kesulitan, melainkan menghadirkan kepastian bahwa hidup kita tidak pernah sia-sia. Kebangkitan Kristus meneguhkan bahwa kita tidak berjalan sendirian dalam masa-masa sulit. Di tengah kekacauan hidup, kita diberi arah yang baru. Bahkan, kelemahan dan kegagalan dapat dipakai oleh Allah menjadi bagian dari karya-Nya.
Ibadah Paskah berlanjut pada Ibadah Paskah sore (intergenerasi) yang melibatkan berbagai lapisan usia, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, hingga usinda. Ibadah ini berlangsung dengan baik dan penuh kehangatan kebersamaan. Empat monolog yang dibawakan dalam ibadah ini mewakili pergumulan dan perjalanan iman manusia: harapan, kekecewaan, pencarian, dan pengertian. Iringan musik yang harmonis turut mendukung seluruh rangkaian ibadah, menciptakan suasana yang hidup dan menyentuh. Kehadiran “Pohon Komitmen” yang dipindahkan ke dalam ruang ibadah juga menjadi elemen visual yang kuat, sekaligus mendukung pesan khotbah yang disampaikan.
Perayaan Paskah juga dirasakan secara khusus oleh anak-anak melalui Ibadah dan Perayaan Paskah Anak. Dalam ibadah ini, anak-anak menyaksikan drama yang mengisahkan perjalanan Yesus dari penyaliban hingga kebangkitan, yang diperankan oleh Guru Sekolah Minggu dan Anak Sekolah Minggu. Melalui penyampaian yang kreatif, anak-anak diajak memahami makna Paskah dengan cara yang dekat dengan dunia mereka. Renungan Firman Tuhan untuk kelas kecil disampaikan oleh Pdt. Gloria Tesalonika, sedangkan untuk kelas besar oleh Pnt. Emmanuela Angela P.S. S. Fil. Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan pada masing-masing kelas (mencari telur), yang diikuti dengan penuh sukacita oleh seluruh anak.
Ibadah Paskah memang telah usai. Namun, sukacita kebangkitan Kristus akan terus terukir dalam hati kita. Melalui seluruh rangkaian masa raya Paskah, umat diajak untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga menghidupi makna Paskah, bahwa di balik penderitaan ada pengharapan dan di dalam Kristus yang bangkit, kehidupan senantiasa dimungkinkan untuk melampaui setiap realitas.
Panitia Paskah 2026
