SMART PARENTS in PANDEMIC
SMART PARENTS IN PANDEMIC
(SEMINAR ORANG TUA - KOMISI ANAK GKI CITRA 1)
![]()
Saat ini, semua orang di berbagai belahan dunia mengalami pandemi Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan akan berakhir. Tentunya, kondisi ini tidak bisa dianggap remeh atau dianggap biasa karena memengaruhi segala aspek, khususnya tentang masalah keluarga. Apalagi sejak pemerintah menetapkan Perbelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mengharuskan setiap anggota keluarga untuk melakukan kegiatan belajar, bekerja, dan beraktivitas lain dari rumah. Tidak gampang tentunya ketika setiap anggota keluarga melakukan semua kegiatan di rumah. Terkadang tidak jarang malah memicu persoalan antara orang tua dan anak-anak.
Orang tua bergumul dengan tambahan persoalan yang dihadapi, seperti ekonomi, pekerjaan di kantor, dan pekerjaan rumah tangga sehingga tidak jarang bermasalah dalam hal relasi dengan anak-anak. Anak-anak mengalami ruang gerak yang terbatas karena diharuskan tetap berada di rumah yang membuat mereka jenuh dan bosan dengan kegiatan belajar secara online. Masa bermain mereka dengan sesama temannya menjadi “hilang” sehingga waktunya banyak dihabiskan dengan bermain games dan dunia digital lainnya. Hal ini menyebabkan orang tua juga bingung dan kewalahan menghadapi anak-anaknya yang menghabiskan waktunya dengan bermain games, media sosial, dan dunia digital lainnya. Hal inilah yang melatarbelakangi Komisi Anak untuk mengadakan seminar orang tua secara virtual dengan tema “SMART PARENTS IN PANDEMIC.”
Seminar ini dilaksanakan pada Sabtu, 10 Juli 2021, dipimpin oleh Ibu Charlotte Priatna M. Pd, M. Min dan Pdt. Ellisabeth Hasikin. Seminar ini dihadiri 69 orang.
Adapun tujuan seminar ini ini antara lain:
1. Orang tua diharapkan dapat membangun psikologis yang baik bagi dirinya maupun anaknya
2. Orang tua mengetahui kiat-kiat bagaimana mengatasi masalah dengan anak, misalnya cara menjadi orang tua yang dapat memenangkan hati anak sehingga mereka merasa nyaman berada di dekat orang tua, nyaman untuk berbagi cerita dan beraktivitas bersama, termasuk belajar bersama di rumah pada masa pandemi ini
3. Orang tua belajar untuk bisa kreatif melakukan kegiatan untuk anak di rumah sehingga mereka menjadi anak-anak yang cerdas dan memiliki perilaku yang baik.
Dalam seminar ini, Ibu Charlotte menerangkan bagaimana orang tua mengerti kehendak Tuhan seperti tertulis dalam Efesus 5: 17 yang berbunyi “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Ibu Charlotte menguraikan bagaimana orang tua mengerti kehendak Tuhan, yaitu dengan:
![]()
S = Sabar. Orang tua diharapkan bisa sabar menghadapi kondisi dan masalah yang dihadapi dalam keluarga yang membutuhkan proses dan pengendalian diri untuk saling mengerti dalam keluarga. Hal ini diingatkan kembali dalam Firman Tuhan 1 Korintus 13: 4a; 7 yang berbunyi: “Kasih itu sabar; kasih menutupi kesalahan”.
M = Menuntun bukan Menuntut. Menuntun diartikan menggenggam, berjalan beriringan bukan mencengkram (memaksa). Dalam hal ini, dibutuhkan relasi lebih penting dari prestasi. Jadi, setiap anggota keluarga dapat memerankan peranan masing-masing dengan baik dan memiliki empati. Orang tua dapat memimpin anak-anaknya ke jalan yang benar. Hal ini diingatkan kembali dalam Firman Tuhan Galatia 6: 1 yang berbunyi: “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.”
A = Antusias bukan Antipati. Antusias diartikan bagaimana setiap anggota keluarga saling mendorong dan saling mengasihi sesama anggota keluarga. Tuhan memanggil setiap orang bukan untuk menyukai, melainkan mengasihi sehingga dapat menerima satu dengan yang lainnya. Hal ini diingatkan kembali dalam Firman Tuhan menurut Amsal 17:22 yang berbunyi: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang”.
R = Rukun bukan Rusuh. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan sehingga Tuhan mengharapkan kita untuk saling mengampuni satu dengan yang lainnya. Jika ada masalah dalam keluarga, jangan menghindar dari konflik, melainkan mencari solusi dan lakukan rekonsiliasi sebab hal itu akan membuat kita semakin dekat, semakin mengenal, dan semakin intim. Hal ini pun diingatkan kembali dalam Firman Tuhan menurut Efesus 4: 32 yang berbunyi: “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
T = Tenang bukan Tegang. Ketika masalah atau konflik terjadi dalam keluarga, orang tua diingatkan kembali agar kita tenang menghadapinya karena Dia adalah Tuhan yang menolong setiap masalah yang dihadapi. Hal ini diingatkan kembali dalam Firman Tuhan menurut Mazmur 61: 1 yang berbunyi: “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.”
![]()
Pada akhir sesi, Ibu Charlotte mengharapkan agar orang tua tidak takut menghadapi masalah. Sebaliknya, tetap setia berdoa karena Tuhan selalu menyertai dalam kehidupan kita. Dalam seminar ini dilakukan juga sesi tanya jawab. Orang tua terlihat antusias memberikan pertanyaan, tips, dan sharing seputar yang dialami selama masa pandemi bersama keluarga masing-masing.
Sebelum seminar ini tuntas, Pdt. Ellisabeth Hasikin menegaskan kembali melalui tayangan video anak-anak bahwa setiap anak dipengaruhi oleh pola asuh dan pola didik dari orang tua sehingga diharapkan anak dapat berkembang dan berperilaku yang baik. Setiap anak diberikan Tuhan kemauan, kesempatan untuk mengembangkan talenta, dan kemampuan yang disesuaikan dengan konteks budaya sehingga dapat mereka ekspresikan.
Di sisi lain, orang tua berperan mendampingi, menuntun mereka, dan dengan iman setiap orang tua percaya bahwa rancangan Tuhan mendatangkan kebaikan dan damai sejahtera dalam segala kondisi, termasuk pada masa pandemi saat ini.
Komisi Anak bersyukur seminar ini berjalan dengan baik karena pertolongan Tuhan. Respons orang tua terhadap kegiatan ini sangat positif dan mengharapkan agar ceramah yang berhubungan antara orang tua dan anak dapat dilakukan pada kemudian hari. Kiranya Tuhan menolong setiap orang tua untuk dapat menjalani masa pandemi bersama keluarga. Tuhan memberkati.
Ika Simarmata
*Seminar ini dapat diakses kembali melalui link : SEMINAR PARENTING GKI PERUMAHAN CITRA 1


